Islam itu berisi :

Islam itu berisi :

Monday, January 25, 2016

77. Ketahuilah tentang Ruh Qudus



Ruh Qudus itu nyawanya ruh kita. 
Nyawa kita disebut idhafi dan nyawa ruh idhafi itulah ruh qudus

Jadi ruh qudus itu nyawanya nyawa. 
Ini yang berkuasa pada segala ruh.


- Syaikh Sirad -



Salaam, Sobat Sarang...
Membaca quote Syaik Sirad di atas kebanyakan muslim akan berpaling dan mengatakan dalam hati bahwa sesungguhnya hanya Allah Swt. yang mengetahui soal ruh. Benar, Allah Maha Mengetahui. Meski demikian, mustahil Muhammad Rasulullah Saw. tidak mengetahui sama sekali mengenai ini. Sebab, jika beliau tidak Allah karuniai pengetahuan tentang ruh, apalagi tentang ruh qudus, maka kita akan terpaksa menerima  kenyataan yang termaktub dalam postulat-postulat berikut ini:


  • Sungguh, seandainya Nabi Muhammad Saw. tidak mengetahui sedikit pun tentang ruh, niscaya perjalanan Isra Mikraj dan perintah salat lima waktu tidak akan pernah ada dalam khazanah Islam.

  • Sungguh, seandainya Nabi Muhammad Saw. tidak mengetahui sedikit pun tentang ruh, niscaya kalimat ikrar persaksian syahadat selamanya akan sebatas persaksian dalam lisan semata.

  • Sungguh, seandainya ilmu tentang ruh tidak Allah Swt. karuniakan pada hamba-Nya, niscaya Allah adalah Tuhan yang zalim sebab Dia minta dikenal dan disembah, tetapi alat dan ilmu untuk mengenal-Nya tidak Allah  turunkan.


Yang dijadikan sandaran dalam tulisan ini adalah dalil berikut; dalil ayat Quran yang juga dijadikan sandaran bagi saudara-saudara muslim di luar sana yang mengatakan bahwa "soal ruh hanya Allah yang tahu".


وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ‌ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ إِلَّا قَلِيلاً۬ 
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan
Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Q.S. al-Israa: 85)



Dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan persaudaraan dalam keimanan akidah Islam, saya mohon kesabaran saudara-saudara muslim untuk menantikan postingan selanjutnya mengenai topik ini. Mudah-mudahan tidak ada seorang pun yang membaca tulisan ini terbetik dalam hatinya sebuah kata: sesat. Aamiin. Atau tahanlah kata itu hingga penjelasannya dapat disimpulkan berterima atau tertolak. Setuju?! :)


.

No comments:

Post a Comment