Islam itu berisi :

Islam itu berisi :

Tuesday, January 26, 2016

39. Isra Mi`raj: Perjalanan Ruh dan Jasad, serta Perbedaan Zat Mutlak dan Zat-Sifat [Zat Asam]



Amat terkait:
Prinsip Zat dan Sifat dalam Tauhid.

Ada baharu yang tidak bisa rusak-binasa sampai sekarang. Itulah maharuang [baharunya Tuhan]. Maharuang ini Zat Mutlak; Zat yang tidak ada wujudnya. Di dalam tubuh Zat Mutlak ini ada Nur Muhammad [nyawa] atau disebut juga zat asam [contoh nyatanya ada di bawah hidungmu]. Zat asam ini terbatas adanya.

ISRA MI`RAJ: DENGAN RUH DAN JASAD SEKALIGUS

Dengan izin Tuhan—tatkala sudah dibersihkan [dari pengaruh-pengaruh zat asam]—Nabi Muhammad Saw. tidak lagi bernyawa dengan zat asam, melainkan sudah bertubuhkan Zat Mutlak dan bernyawa dengan Zat Mutlak. Itu sebabnya Nabi Muhammad Saw. ketika naik Mi`raj bisa sampai ke mana saja dan hidup terus karena sudah tidak menggunakan zat asam lagi, tetapi menggunakan Zat Mutlak. Demikian juga sampai kembalinya beliau—pulang dari Mi`raj. 

Kekurangan atau kelebihan zat asam: mati.
Kelebihan Zat Mutlak: hayyun sehayyun-hayyunnya.


Apakah benar pendapat para ilmuwan yang menyangka Isra Mi`raj itu dilakukan tidak dengan jasad dan ruh sekaligus?! Hanya orang Islam bodoh yang masih menerima perjalanan Isra Mi`raj itu dilakukan tanpa jasad. Hanya orang Islam bodoh yang masih menerima perjalanan Isra Mi`raj itu memerlukan zat asam.

Kalau orang selalu berpegang pada zat asam dan tidak mengetahui bahwa zat asam itu ada di dalam Zat Mutlak, ia akan bingung. Mungkin para ilmuwan pun baru mendengar ini: tentang tidak perlunya zat asam untuk pergi ke mana saja.

Kalau manusia bisa bertubuhkan Zat Mutlak ini [dalam keadaan benar-benar merasakannya], peluru pun tidak akan tembus! Inilah ilmu jadi Pusaka Madinah. Tidak perlu zikir-zikir atau komat-kamit lagi.



Penyelidikan Islam sudah sampai pada pembicaraan Zat Mutlak. Mana ada ilmuwan-ilmuwan penyelidikannya sudah sampai ke sini. Ilmuwan bangsa-bangsa kroco sudah sampai ke mana penyelidikannya? Baru sampai pada penyelidikan zarah-zarah, tidak ada bedanya dengan penyelidikan ilmiah kulit kacang! [Buktinya, baru menemukan Higgs Boson saja langsung benda itu disebut "Partikel Tuhan"].

Bagi orang tauhid, perlu apa menggali tambang-tambang mencari uranium. Kumpulkan saja empedu-empedu ikan, itulah uranium.

Dengan izin Allah, orang tauhid bisa menggunakan Zat Mutlak itu untuk menghidupkan pancarannya. Karena efeknya bisa merusak alam dan menumbangkan benda-benda langit [apalagi kalau sekadar satelit dan stasiun-stasiun angkasa luar], itu tidak kami lakukan. Ini bukan sekadar cerita omong kosong. Kalau mau, bisa dibuktikan. Inilah pentingnya mengenal.

Inilah bukti Zat Mutlak itu Tubuh Tuhan. Jadi, perkataan hakiki "TUHAN TUBUHKU" itu mengacu ke Tuhan, sedangkan "YAA BUDDUHUN" itu mengacu pada Cahaya-Nya.


— SYAIKH SIRADJ —



Catatan:
Pada gambar infografik di atas, yang mana Allah atau sebenar-benar Tuhan itu?
Jawabnya: Allah atau sebenar-benar Tuhan itu "di luar" itu semua; di wilayah ALLAHUA'LAM; terlebih Maha Meliputi; terlebih Laysa kamitslihi syai`un. Allahu Akbar!

.

No comments:

Post a Comment